Bandara yang Melayani Jamaah Haji & Umrah
Sebagian besar jamaah tiba di Arab Saudi melalui salah satu dari dua bandara utama: Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Jeddah atau Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz di Madinah. Pilihan Anda bergantung pada apakah Anda berencana memulai perjalanan di Makkah atau di Madinah.
Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah
Bandara Jeddah adalah pintu masuk utama bagi jamaah Haji dan Umrah. Ada dua area utama yang perlu Anda ketahui:
- Terminal Haji (Terminal Selatan): Terminal terbuka yang sangat luas ini digunakan secara khusus selama musim Haji. Terminal ini mampu memproses puluhan ribu jamaah setiap hari. Jika Anda bepergian dengan visa Haji, hampir pasti Anda akan tiba di sini. Terminal ini memiliki fasilitas imigrasi, bea cukai, dan bagasi tersendiri yang khusus diperuntukkan bagi jamaah.
- Terminal Reguler (Terminal Utara): Jika Anda tiba dengan visa Umrah atau visa wisata di luar musim Haji, Anda akan menggunakan terminal utama. Terminal 1 melayani sebagian besar penerbangan internasional. Bandara ini telah mengalami perluasan besar dan terminal barunya modern serta dilengkapi petunjuk arah yang jelas dalam bahasa Arab dan Inggris.
Tip: Terminal Haji bisa terasa sangat ramai karena banyaknya jumlah orang. Tetaplah bersama rombongan Anda dan simpan dokumen di tempat yang aman dan mudah dijangkau, seperti di kantong gantung di leher atau di saku depan.
Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah
Bandara Madinah lebih kecil dan umumnya tidak seramai Jeddah. Banyak jamaah yang berencana mengunjungi Madinah terlebih dahulu memilih untuk terbang ke sini. Bandara ini berjarak sekitar 15 km dari pusat kota dan Masjid Nabawi. Taksi dan transfer hotel yang telah dipesan tersedia dengan mudah.
Proses Kedatangan
- Turun dari pesawat dan ikuti petunjuk arah menuju imigrasi. Petunjuk arah tersedia dalam bahasa Arab dan Inggris. Selama musim Haji, para relawan dengan rompi berwarna membantu mengarahkan jamaah.
- Imigrasi: Siapkan paspor, visa (cetak atau elektronik), dan sertifikat vaksinasi Anda. Data biometrik (sidik jari dan foto) diambil di loket. Antrean selama musim Haji bisa memakan waktu 1-3 jam, jadi bersabarlah.
- Pengambilan bagasi: Ambil bagasi Anda dari ban berjalan yang telah ditentukan. Beri tanda yang khas pada tas Anda - banyak jamaah membawa koper hitam yang serupa.
- Bea cukai: Bea cukai Saudi umumnya berjalan lancar. Barang yang dilarang antara lain minuman beralkohol, produk babi, dan obat-obatan tertentu tanpa resep. Jika ragu, laporkan saja.
- Keluar dan transfer: Penyelenggara perjalanan Anda seharusnya memiliki perwakilan yang menunggu di luar. Jika bepergian secara mandiri, taksi, Uber, dan Careem semuanya tersedia.
Penting: Pastikan paspor Anda masih berlaku setidaknya 6 bulan setelah tanggal masuk. Bawalah salinan cetak visa, bukti pemesanan hotel, dan tiket pulang Anda - petugas imigrasi mungkin meminta untuk melihatnya.
Tips Bagasi
- Gunakan tali atau label bagasi berwarna cerah agar Anda mudah mengenali tas Anda di antara ribuan tas yang serupa.
- Kemas barang-barang penting (obat-obatan, ihram, satu set pakaian ganti, charger ponsel) di dalam tas kabin Anda untuk berjaga-jaga jika bagasi yang dititipkan tertunda.
- Jaga agar berat bagasi tetap di bawah batas maskapai - biasanya 23 kg untuk kelas ekonomi. Ingatlah bahwa Anda kemungkinan akan membawa pulang barang-barang (air Zamzam, oleh-oleh), jadi sisakan sedikit ruang.
- Air Zamzam sering disediakan sebagai jatah terpisah oleh maskapai yang mengoperasikan penerbangan Haji dan Umrah - tanyakan kepada maskapai Anda.
- Sebuah tas punggung kecil atau tas serut sangat penting untuk membawa barang selama Tawaf dan Sa'i. Tas besar tidak diizinkan di dalam area Haram.