Quick Navigation

Apa itu Umrah?

Makna Bahasa dan Istilah Islam

Kata Umrah berasal dari akar kata Arab 'a-m-r, yang secara bahasa berarti mengunjungi atau mendiami suatu tempat. Dalam istilah Islam, Umrah merujuk pada ibadah ziarah ke Baitullah (Rumah Suci Allah) di Makkah, yang dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, terdiri dari Ihram, Tawaf mengelilingi Ka'bah, Sa'i antara Safa dan Marwah, serta mencukur atau memotong rambut. Umrah sering disebut sebagai "haji kecil" (al-Hajj al-Asghar) untuk membedakannya dari Haji, yaitu "haji besar."

Hukum Umrah

Para ulama dari empat mazhab Sunni berbeda pendapat mengenai hukum Umrah:

Pendapat Syafi'i dan Hanbali

Umrah hukumnya Wajib sekali seumur hidup, sebagaimana kewajiban Haji. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah (RA) yang bertanya kepada Nabi (SAW) apakah wanita wajib berjihad. Beliau menjawab: "Ya, atas mereka ada jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya: Haji dan Umrah." (Ibnu Majah 2901). Penyebutan Umrah bersama Haji menunjukkan bahwa keduanya memiliki hukum wajib yang sama. Mereka juga mengutip hadits Abu Razin al-'Uqayli (RA) yang bertanya kepada Nabi (SAW) tentang ayahnya yang sudah tua dan tidak mampu melaksanakan Haji atau Umrah. Nabi bersabda: "Laksanakan Haji dan Umrah atas nama ayahmu." (Abu Dawud 1810, Tirmidzi 930, Nasa'i 2621) - fakta bahwa Nabi memerintahkannya sebagai pengganti menunjukkan kewajiban.

Pendapat Hanafi dan Maliki

Umrah hukumnya Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan) - sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits terkuat tentang ibadah haji secara khusus menyebutkan Haji sebagai kewajiban, dan dalil-dalil tentang kewajiban Umrah tidak mencapai tingkat keyakinan yang diperlukan untuk menetapkan kewajiban tersendiri. Mereka mengutip hadits Jabir (RA) ketika Nabi (SAW) ditanya: "Apakah Umrah itu wajib?" Beliau menjawab: "Tidak, tetapi jika kamu melaksanakannya, itu lebih baik bagimu." (Tirmidzi 931) - meskipun sanad hadits ini telah didiskusikan oleh para ulama.

Terlepas dari perbedaan pendapat, keempat mazhab sepakat bahwa melaksanakan Umrah sangat berpahala dan sangat dianjurkan.

Keutamaan Umrah

→ Baca panduan alas kaki lengkap - apa yang dikatakan oleh masing-masing dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) tentang alas kaki pria dalam Ihram, alas kaki wanita, dan cara melembutkan sandal Anda sebelum Haji.

Seorang pria dalam Ihram - dua kain putih tanpa jahitan (izar dililitkan di pinggang dan rida disampirkan di satu bahu), kepala terbuka, dan mata kaki terlihat dari sandal Seorang wanita dalam Ihram - gaun panjang yang sopan dengan kepala ditutupi hijab, wajah dan tangan terbuka, mengenakan sepatu lembut yang sopan

Abu Hurairah (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Umrah ke Umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan Haji Mabrur (Haji yang diterima) tidak ada balasannya kecuali Surga."

- Shahih al-Bukhari 1773, Shahih Muslim 1349

Ibnu Abbas (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Laksanakanlah Umrah di bulan Ramadhan, karena Umrah di bulan Ramadhan setara dengan Haji" - atau beliau bersabda: "Haji bersamaku."

- Shahih al-Bukhari 1782, Shahih Muslim 1256

Abdullah bin Mas'ud (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Bergantilah antara Haji dan Umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana alat peniup api membersihkan kotoran dari besi, emas, dan perak."

- Sunan an-Nasa'i 2631, Sunan at-Tirmidzi 810
Renungan Spiritual

Umrah disebut "haji kecil," tetapi tidak ada yang kecil dari berdiri di hadapan Rumah Allah. Bagi banyak Muslim, perjumpaan pertama dengan Ka'bah adalah pengalaman spiritual paling mengharukan dalam hidup mereka. Anda mungkin telah melihatnya dalam foto ribuan kali, tetapi tidak ada yang dapat mempersiapkan Anda untuk saat Ka'bah tampak di hadapan mata Anda sendiri. Para ulama, pejuang, raja, dan orang-orang termiskin - semua pernah menangis melihat pemandangan ini. Bukalah hati Anda, karena Anda akan mengunjungi Rabb semesta alam di Rumah-Nya.

Apa itu Ihram?

Makna Bahasa

Kata Ihram berasal dari akar kata Arab ha-ra-ma, yang berarti mengharamkan sesuatu atas diri sendiri. Ketika Anda memasuki keadaan Ihram, Anda secara sukarela mengharamkan atas diri sendiri beberapa tindakan yang sebenarnya dibolehkan - seperti mengenakan pakaian berjahit (bagi laki-laki), menggunakan wewangian, memotong kuku, dan hubungan intim.

Ihram adalah Keadaan Suci, Bukan Pakaian

Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah bahwa Ihram merujuk pada dua lembar kain putih yang dikenakan oleh laki-laki. Ini tidak benar. Ihram adalah keadaan suci yang dimasuki seorang Muslim melalui niat (niyyah) untuk melaksanakan Haji atau Umrah. Pakaian hanyalah manifestasi fisik dan simbol lahiriah dari keadaan batin tersebut.

Seseorang yang mengenakan dua lembar kain putih tetapi belum berniat belum berada dalam Ihram. Sebaliknya, begitu Anda berniat dengan hati dan lisan, Anda menjadi seorang Muhrim (orang dalam keadaan Ihram), dan semua larangan berlaku - terlepas dari apa yang kebetulan Anda kenakan saat itu.

Poin Penting: Ihram = Keadaan Suci yang dimasuki melalui niat. Pakaian putih adalah aturan berpakaian dalam Ihram, bukan Ihram itu sendiri. Ketika Anda berniat, Anda menjadi Muhrim, dan semua larangan dimulai.

Renungan Spiritual

Ihram melucuti segala hal yang membedakan Anda di dunia - pakaian bermerek, parfum, simbol status. Kaya dan miskin, raja dan rakyat jelata, CEO dan tukang sapu, semua terbungkus kain putih sederhana yang sama. Ini adalah pratinjau dari kafan (kain pembungkus jenazah) dan Hari Kiamat, ketika tidak ada kekayaan atau keturunan yang berarti. Setiap kali Anda merasakan kain kasar di kulit, ingatlah: begini Anda akan dibungkus ketika meninggalkan dunia ini. Biarlah pikiran itu mengubah cara Anda berjalan, cara Anda berbicara, dan cara Anda memperlakukan setiap orang di sekitar Anda.

Mawaqit - Titik-titik Miqat untuk Ihram

Apa Itu Mawaqit?

Mawaqit (tunggal: Miqat) adalah batas-batas geografis tertentu yang ditetapkan oleh Nabi (SAW) yang tidak boleh dilewati oleh siapa pun yang berniat Haji atau Umrah tanpa berada dalam keadaan Ihram. Ini adalah garis batas yang suci, dan melewatinya tanpa Ihram - jika Anda berniat melaksanakan ibadah haji - merupakan pelanggaran yang memerlukan denda (dam).

Ibnu Abbas (RA) meriwayatkan: "Rasulullah (SAW) menetapkan Dzul Hulaifah sebagai Miqat bagi penduduk Madinah, Al-Juhfah bagi penduduk Syam, Qarn al-Manazil bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman. Tempat-tempat ini untuk penduduk setempat dan bagi mereka yang melewatinya dari negeri lain, yang berniat Haji atau Umrah. Dan barangsiapa tinggal di dalam batas-batas ini hendaknya berihram dari tempat ia memulai perjalanannya, dan penduduk Makkah hendaknya berihram dari Makkah."

- Shahih al-Bukhari 1524, Shahih Muslim 1181

Lima Titik Miqat

Nama Miqat Nama Modern Untuk Penduduk Jarak dari Makkah
Dzul Hulaifah Abyar Ali (dekat Madinah) Madinah ~450 km (miqat terjauh)
Al-Juhfah Dekat Rabigh Syam (Suriah, Yordania, Palestina, Lebanon, Mesir, Eropa, Afrika Barat, Amerika) ~183 km
Qarn al-Manazil As-Sayl al-Kabir Najd (Arabia tengah) ~75 km
Yalamlam As-Sadiyah Yaman, Asia Selatan/Tenggara (melalui rute selatan), Afrika Timur ~100 km
Dzat Irq Al-Dareebah Irak, Iran, Timur, Asia Tengah, Tiongkok ~90 km

Bagaimana Jika Anda Bepergian dengan Pesawat?

Saat bepergian dengan pesawat, pesawat melewati atau mendekati salah satu Mawaqit ini. Anda wajib sudah berada dalam keadaan Ihram sebelum pesawat melewati garis miqat. Ini berarti Anda harus mengenakan pakaian Ihram dan berniat baik:

  • Di hotel atau rumah Anda sebelum pergi ke bandara (pilihan teraman)
  • Di bandara sebelum naik pesawat
  • Di pesawat jauh sebelum mencapai miqat (kapten atau awak kabin sering mengumumkan ketika miqat mendekat)

Tips Praktis: Banyak maskapai (terutama maskapai Saudi) mengumumkan miqat melalui pengeras suara. Namun, jangan bergantung pada ini. Pendekatan teraman adalah berihram di hotel Anda sebelum menuju bandara. Anda dapat mengenakan pakaian Ihram dengan jaket atau jubah di atasnya untuk kenyamanan, lalu melepasnya sebelum miqat. Beberapa jamaah berganti pakaian Ihram di bandara sebelum naik pesawat.

Peringatan Penting: Jika Anda tiba di Bandara Jeddah tanpa berihram dan Anda berniat Umrah atau Haji, Anda telah melewati miqat tanpa Ihram. Menurut mayoritas ulama, ini memerlukan dam (denda berupa penyembelihan kambing). Anda tetap harus berihram di Jeddah dan melanjutkan, tetapi dam tetap berlaku. Beberapa ulama berpendapat bahwa jika Anda kembali ke miqat sebelum memulai ibadah, dam tersebut gugur - tetapi ini sulit dan tidak praktis bagi kebanyakan jamaah.

Bagaimana Jika Anda Sudah Tinggal di Dalam Batas Miqat?

Jika Anda sudah tinggal di dalam batas miqat (misalnya, di Jeddah, Thaif, atau kota mana pun antara miqat dan Makkah), Anda berihram dari tempat Anda berada.

Penduduk Makkah memiliki aturan khusus:

  • Untuk Haji: Mereka berihram dari rumah mereka di Makkah.
  • Untuk Umrah: Mereka harus keluar dari batas Tanah Haram untuk berihram. Tempat yang paling umum adalah Masjid Aisyah di Tan'im, titik terdekat di luar batas Tanah Haram. Inilah yang dilakukan Aisyah (RA) ketika Nabi (SAW) memerintahkan saudaranya Abdurrahman untuk membawanya ke Tan'im untuk Umrahnya (Bukhari 1784, Muslim 1211).
Peta menunjukkan lima titik Miqat yang mengelilingi Makkah

Persiapan Ihram - Adab dan Ketentuan

Persiapan Fisik (Kebersihan)

Sebelum memasuki keadaan Ihram, disunnahkan untuk mempersiapkan diri secara fisik. Berikut ini persiapan yang dianjurkan:

  • Potong kuku - kuku tangan dan kuku kaki
  • Bersihkan bulu ketiak dan bulu kemaluan
  • Mandi besar (ghusl) - ini adalah sunnah sebelum berihram, diriwayatkan dari Nabi (SAW)
  • Laki-laki: Rapikan kumis dan sisir jenggot
  • Perempuan: Persiapan yang sama berlaku (kuku, membersihkan bulu badan, ghusl)

Diriwayatkan bahwa Nabi (SAW) melakukan ghusl sebelum memasuki keadaan Ihram.

- Sunan at-Tirmidzi 830

Jika ghusl tidak memungkinkan (karena ketiadaan air, sakit, atau kendala perjalanan), maka wudhu sudah cukup.

Perlengkapan kebersihan Sunnah yang dianjurkan sebelum memasuki Ihram - handuk putih yang dilipat, siwak, sabun, gunting kuku, sisir kayu, minyak wangi, dan mangkuk air yang dipoles di atas marmer gelap

Memakai Wewangian

Disunnahkan memakai wewangian atau minyak kasturi pada badan sebelum memasuki keadaan Ihram. Wewangian harus dipakaikan pada badan (kepala, jenggot, kulit), bukan pada pakaian Ihram setelah mengenakannya.

Aisyah (RA) berkata: "Aku biasa memberikan wewangian pada Rasulullah (SAW) untuk Ihramnya sebelum beliau memasukinya, dan untuk keluar dari Ihram sebelum beliau melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah."

- Shahih al-Bukhari 1539, Shahih Muslim 1189

Penting: Setelah Anda dalam keadaan Ihram, Anda tidak boleh memakai wewangian baru. Namun, sisa aroma wewangian yang dipakai sebelum berihram diperbolehkan dan tidak perlu dicuci. Aisyah (RA) juga meriwayatkan: "Aku bisa melihat kilau minyak kasturi di kulit kepala Nabi (SAW) saat beliau dalam keadaan Ihram." (Bukhari 1538, Muslim 1190)

Pakaian Ihram - Laki-laki

Laki-laki mengenakan dua lembar kain putih yang tidak berjahit:

  • Izar (kain bawah): Dililitkan di pinggang, menutupi dari pusar hingga di bawah lutut
  • Rida' (kain atas): Diselampirkan di bahu

Aturan tambahan untuk pakaian laki-laki dalam Ihram:

  • Tidak boleh memakai celana dalam jenis apa pun
  • Tidak boleh memakai kaus kaki atau alas kaki apa pun yang menutupi mata kaki
  • Tidak boleh menutup kepala - kepala harus tetap terbuka setiap saat (tanpa topi, peci, sorban, hoodie, atau handuk yang diletakkan di kepala)
  • Sandal yang memperlihatkan mata kaki dan bagian atas kaki adalah alas kaki yang benar

Nabi (SAW) bersabda: "Hendaklah salah seorang dari kalian berihram dengan mengenakan izar, rida', dan sandal."

- Musnad Ahmad 5765

Ibnu Umar (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Muhrim tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana, jubah bertudung, atau sepatu kulit, kecuali jika tidak dapat menemukan sandal, dalam hal ini ia harus memotong sepatu kulit di bawah mata kaki."

- Shahih al-Bukhari 1542, Shahih Muslim 1177

Tips Praktis: Berlatihlah mengenakan pakaian Ihram di rumah sebelum berangkat. Izar bisa sulit dijaga agar tetap aman, terutama saat Tawaf dan Sa'i ketika Anda bergerak dengan cepat. Gunakan peniti atau sabuk Ihram khusus untuk menjaganya tetap kuat. Banyak jamaah pernah mengalami rasa malu karena izar mereka melorot - persiapan mencegah hal ini.

Pakaian Ihram - Perempuan

Aturan pakaian Ihram untuk perempuan cukup berbeda dari laki-laki:

  • Perempuan boleh mengenakan pakaian sopan apa pun dalam warna apa pun - mereka tidak dibatasi pada warna putih
  • Kepala harus ditutup (hijab/kerudung)
  • Wajah dan tangan sebaiknya terbuka
  • Perempuan boleh mengenakan pakaian berjahit, kaus kaki, dan sepatu

Nabi (SAW) bersabda: "Perempuan dalam keadaan Ihram tidak boleh mengenakan niqab atau sarung tangan."

- Shahih al-Bukhari 1838
Catatan Fikih tentang Penutup Wajah Perempuan

Jika laki-laki bukan mahram berada di dekatnya, perempuan boleh menjulurkan kain di atas wajahnya yang tidak langsung menyentuh kulit. Ini berdasarkan amalan Aisyah (RA), yang meriwayatkan: "Para pengendara melewati kami ketika kami bersama Nabi (SAW) dalam keadaan Ihram. Ketika mereka mendekat, setiap kami menurunkan jilbabnya dari kepala menutupi wajah, dan ketika mereka berlalu kami membuka penutup." (Abu Dawud 1833). Banyak ulama merekomendasikan penggunaan topi atau pelindung mata di bawahnya untuk menjauhkan kain dari wajah.

Shalat Dua Rakaat

Disunnahkan shalat dua rakaat sebelum berniat Ihram. Ini berdasarkan amalan umum Nabi (SAW) dan para Sahabat.

  • Rakaat pertama: Membaca Surat al-Kafirun (QS 109) setelah al-Fatihah
  • Rakaat kedua: Membaca Surat al-Ikhlas (QS 112) setelah al-Fatihah

Jika Anda kebetulan berada di miqat pada waktu shalat wajib, Anda boleh shalat fardhu dan itu sudah cukup - Anda tidak perlu shalat dua rakaat tambahan.

Mengucapkan Niat (Niyyah)

Ini adalah langkah paling penting. Niatlah yang sebenarnya memasukkan Anda dalam keadaan Ihram - bukan pakaian, bukan ghusl, bukan shalat. Tanpa niyyah, Anda tidak berada dalam Ihram.

Ucapan verbal tergantung pada jenis ibadah yang Anda laksanakan:

Jenis Yang Diucapkan Arti
Umrah saja Labbaika Allahumma Umratan "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk Umrah"
Haji Tamattu' (Umrah dulu) Labbaika Allahumma Umratan Ucapkan niat Umrah sekarang; niat Haji pada 8 Dzulhijjah
Haji Qiran Labbaika Allahumma Hajjan wa Umratan "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk Haji dan Umrah sekaligus"
Haji Ifrad Labbaika Allahumma Hajjan "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk Haji"
Catatan Fikih tentang Niat Verbal

Keempat mazhab sepakat bahwa niat berada di dalam hati. Namun, ulama Syafi'i dan Hanbali berpendapat bahwa mengucapkannya secara lisan adalah Sunnah (dianjurkan), sedangkan pendapat Hanafi adalah bahwa ucapan verbal merupakan bagian integral dari niyyah dan diperlukan. Pendapat Maliki serupa dengan Syafi'i, menganggapnya sebagai anjuran. Dalam semua kasus, berniat di dalam hati saja adalah syarat minimum.

Niat Bersyarat (Isytiraat): Jika Anda khawatir penyakit, keadaan darurat, atau halangan apa pun dapat menghalangi Anda dari menyelesaikan Umrah atau Haji, Anda boleh menambahkan syarat pada saat niat: "Allahumma mahilli haitsu habastani" (Ya Allah, tempat aku bertahallul adalah di mana pun Engkau menghalangiku). Ini berdasarkan hadits Dhuba'ah binti az-Zubair (RA), yang sedang sakit, dan Nabi (SAW) memerintahkannya untuk membuat syarat ini (Shahih al-Bukhari 5089, Shahih Muslim 1207). Jika Anda kemudian terhalang, Anda boleh keluar dari Ihram tanpa denda.

Larangan dalam Ihram - Hal-hal yang Diharamkan

Setelah Anda memasuki keadaan Ihram, tindakan tertentu menjadi terlarang. Larangan-larangan ini terbagi dalam tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya.

Hal-hal yang Dapat MEMBATALKAN Haji atau Umrah Anda

PERINGATAN KRITIS: Hubungan suami istri sebelum tahallul pertama (yaitu, sebelum menyelesaikan rukun-rukun utama) membatalkan Haji sepenuhnya. Konsekuensinya sangat berat: jamaah harus tetap menyelesaikan sisa rukun Haji tersebut, harus mengulangi Haji pada tahun berikutnya, dan harus menyembelih unta. Ini berdasarkan kesepakatan ulama (ijma'), berdasarkan QS 2:197: "Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (hubungan suami istri), tidak boleh berbuat fasik dan tidak boleh berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji." Untuk Umrah, hubungan suami istri juga membatalkannya, sehingga harus diulangi dengan denda penyembelihan.

Hal-hal yang Memerlukan Denda (Fidyah)

Pelanggaran berikut memerlukan fidyah (tebusan). Fidyah umum untuk pelanggaran ini dijelaskan dalam QS 2:196 sebagai salah satu dari tiga pilihan: puasa tiga hari, memberi makan enam orang miskin, atau menyembelih kambing.

Pelanggaran Rincian
Memotong kuku Memotong atau menggunting kuku tangan atau kuku kaki
Mencukur atau memotong rambut Menghilangkan rambut dari bagian tubuh mana pun. QS 2:196: "Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya, maka wajib atasnya fidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban."
Menggunakan wewangian Memakai parfum atau wewangian apa pun pada tubuh atau pakaian setelah masuk Ihram, termasuk sabun, sampo, atau deodoran beraroma
Mengenakan pakaian berjahit (laki-laki) Baju, celana, pakaian dalam, kaus kaki, sarung tangan, atau pakaian berjahit apa pun yang mengikuti bentuk tubuh
Menutup kepala (laki-laki) Penutup kepala apa pun yang langsung menutupi kepala: topi, sorban, peci, hoodie, handuk yang dililitkan di kepala
Mengenakan niqab atau sarung tangan (perempuan) Cadar yang kainnya menyentuh wajah, atau sarung tangan
Akad nikah Muhrim tidak boleh menikah, menikahkan orang lain, atau melamar
Berburu hewan darat Membunuh atau berburu hewan darat apa pun. QS 5:95: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram." Dendanya adalah senilai hewan yang dibunuh.

Utsman bin Affan (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Muhrim tidak boleh menikah, menikahkan, dan tidak boleh melamar."

- Shahih Muslim 1409

Hal-hal yang Berdosa tetapi Tidak Memerlukan Denda Khusus

Tindakan-tindakan ini berdosa setiap saat tetapi sangat ditekankan selama Ihram:

  • Bertengkar dan berselisih
  • Berkelahi, menghina, dan menggunjing
  • Segala bentuk kemaksiatan dan dosa

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (kata-kata kotor), tidak boleh berbuat fasik dan tidak boleh berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji."

- QS 2:197

Kelonggaran Selama Ihram - Yang DIBOLEHKAN

Hal-hal berikut dibolehkan selama dalam keadaan Ihram:

  • Mandi dan mencuci - termasuk mencuci kepala dengan lembut (tanpa sengaja mencabut rambut)
  • Mencuci pakaian Ihram dan menggantinya dengan set baru
  • Menggunakan sabun tanpa wewangian dan produk kebersihan tanpa aroma
  • Perempuan boleh mengenakan sepatu dan kaus kaki
  • Membawa tas, ransel, dan dompet
  • Mengenakan sabuk, jam tangan, kacamata, alat bantu dengar, dan perangkat medis
  • Berlindung di bawah payung, tenda, atap mobil, atau gedung
  • Mengobati luka, memasang perban, dan minum obat
  • Mengenakan sabuk uang

Ibnu Abbas (RA) berkata: "Tidak ada masalah jika seorang Muhrim mengenakan cincin atau kantong sabuk."

- al-Baihaqi

Pelanggaran Tidak Sengaja: Jika Anda tidak sengaja memakai wewangian, segera hilangkan dengan air. Jika Anda tidak sengaja menutup kepala (laki-laki), segera lepaskan penutupnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak ada denda untuk pelanggaran tidak sengaja yang segera diperbaiki. Denda berlaku ketika pelanggaran dilakukan dengan sengaja atau ketika seseorang melanjutkan pelanggaran setelah menyadarinya.

Talbiyah

Talbiyah adalah proklamasi tauhid - pernyataan keesaan Allah - yang dibacakan jamaah terus-menerus sejak saat memasuki Ihram. Ini adalah salah satu aspek paling mengharukan dan mendalam dari ibadah haji.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaika Allahumma Labbaik. Labbaika la shareeka laka Labbaik. Innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk. La shareeka lak.

"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."

Dengarkan Talbiyah

Kapan Membaca Talbiyah

  • Mulai: Sejak saat Anda berniat (niyyah) di miqat
  • Untuk Umrah: Lanjutkan hingga Anda mencapai Ka'bah dan memulai Tawaf (berhenti ketika Anda menyentuh atau menunjuk ke Hajar Aswad untuk memulai putaran pertama)
  • Untuk Haji: Lanjutkan hingga Anda melempar batu di Jamarat al-Aqabah pada 10 Dzulhijjah
  • Bacalah sesering mungkin: saat mendaki bukit, menuruni lembah, setelah setiap shalat, saat bangun tidur, saat naik kendaraan, dan setiap Anda ingat

Seberapa Keras Membacanya

Zaid bin Khalid (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Jibril datang kepadaku dan berkata: 'Perintahkan para sahabatmu untuk mengeraskan suara saat mengucapkan Talbiyah, karena itu termasuk syi'ar Haji.'"

- Sunan Ibnu Majah 2922, Musnad Ahmad

Laki-laki hendaknya membaca Talbiyah dengan suara keras dan penuh keyakinan.

Perempuan hendaknya membacanya cukup terdengar bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya, tetapi tidak keras.

Keutamaan Talbiyah

Nabi (SAW) bersabda: "Barangsiapa membaca talbiyah hingga matahari terbenam, maka matahari akan terbenam dan dia terbebas dari dosa-dosanya seperti hari ibunya melahirkannya."

- Sunan at-Tirmidzi

Sahl bin Sa'd (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Tidak ada seorang Muslim pun yang membaca Talbiyah kecuali setiap batu, pohon, dan kerikil di kanan dan kirinya juga ikut membaca Talbiyah, dan ini berlanjut hingga bumi bergema dengannya dari segala penjuru."

- Sunan Ibnu Majah, Sunan at-Tirmidzi 828

Tambahan Ucapan Beberapa Sahabat

Beberapa Sahabat menambahkan Talbiyah, seperti "Labbaika dza'l-ma'arij, Labbaika dza'l-fawaadil" (Aku penuhi panggilan-Mu, wahai Pemilik tempat-tempat naik, aku penuhi panggilan-Mu, wahai Pemilik anugerah). Nabi (SAW) mendengar mereka dan tidak melarang. Namun, ucapan Nabi (SAW) adalah yang terbaik dan paling lengkap, dan berpegang padanya adalah lebih utama.

Renungan Spiritual

"Labbaik" berarti "Aku penuhi panggilan-Mu" - berulang-ulang, dengan penekanan, tanpa syarat. Ini adalah jawaban atas seruan Ibrahim (AS) ribuan tahun yang lalu, ketika Allah memerintahkannya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh" (QS 22:27). Ketika Anda mengucapkan "Labbaik," Anda menjawab undangan kuno itu. Anda menyatakan: aku tidak memiliki sekutu dalam ibadah, segala yang aku miliki berasal dari-Mu, segala puji milik-Mu. Talbiyah adalah lagu kebangsaan tauhid, seruan perang melawan setiap berhala hati - uang, status, ego, nafsu. Biarlah setiap pengulangan melucuti satu lapis lagi hingga tidak tersisa apa-apa kecuali Anda dan Rabb Anda.

Langkah-langkah Umrah - Ringkasan

Umrah terdiri dari langkah-langkah berikut, dilaksanakan secara berurutan. Setiap langkah dijelaskan secara rinci di bagian-bagian selanjutnya.

  1. Masuk keadaan Ihram di Miqat dan ucapkan niat: "Labbaika Allahumma Umratan"
  2. Membaca Talbiyah terus-menerus sejak saat berniat hingga mencapai Ka'bah
  3. Melaksanakan Tawaf - 7 putaran lengkap mengelilingi Ka'bah, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad
  4. Shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim
  5. Minum air Zamzam dan berdoa
  6. Melaksanakan Sa'i - 7 kali perjalanan antara Safa dan Marwah, dimulai dari Safa dan diakhiri di Marwah
  7. Mencukur (halq) atau memotong (taqshir) rambut
  8. Umrah selesai! Anda sekarang terbebas dari Ihram dan semua larangan dicabut.

Rukun-rukun (arkan) Umrah menurut mayoritas ulama adalah: Ihram, Tawaf, dan Sa'i. Tanpa salah satu dari ketiganya, Umrah tidak sah. Mencukur/memotong rambut adalah rukun (Syafi'i) atau wajib (Hanafi, Hanbali) yang jika ditinggalkan memerlukan denda tetapi tidak membatalkan Umrah.

Memasuki Masjidil Haram

Saat Anda mendekati masjid terbesar di muka bumi, datanglah dengan kerendahan hati, rasa kagum, dan penantian. Masuklah dengan kaki kanan terlebih dahulu, sebagaimana sunnah untuk memasuki masjid mana pun.

Doa Memasuki Masjid

بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَبِسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bismillah, was-salaatu was-salaamu 'ala Rasoolillah. Allahumma-ghfir li dhunoobi waftah li abwaaba rahmatik. A'oodhu Billahil-'Adheem, wa bi wajhihil-kareem, wa bi sultaanihil-qadeem, minash-shaytaanir-rajeem.

"Dengan nama Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dan kepada Wajah-Nya Yang Mulia, dan kepada Kekuasaan-Nya Yang Abadi, dari setan yang terkutuk."

- Berdasarkan Shahih Muslim 713, Abu Dawud 466

Pandangan Pertama Anda pada Ka'bah

Ketika Anda pertama kali melihat Ka'bah, ini adalah saat di mana doa dikabulkan. Para ulama termasuk Ibnu al-Qayyim (rahimahullah) telah menyebutkan hal ini, dan diriwayatkan dari beberapa Sahabat dan Tabi'in. Meskipun riwayat spesifik telah didiskusikan oleh para ahli hadits, prinsip berdoa pada saat-saat berkesan secara spiritual sudah mapan.

Tips Praktis: Siapkan doa-doa terpenting Anda sebelum tiba. Tulislah jika perlu. Ketika pertama kali melihat Ka'bah, jangan terburu-buru memulai Tawaf. Luangkan waktu sejenak. Biarkan pemandangan itu meresap ke dalam hati Anda. Angkat tangan dan curahkan doa-doa paling tulus Anda. Banyak jamaah kemudian menyesal karena mereka terlalu terharu sehingga lupa berdoa pada momen ini.

Renungan Spiritual

Tidak ada kata-kata yang dapat mempersiapkan Anda untuk pertama kalinya melihat Ka'bah. Banyak jamaah menangis tak terkendali. Laki-laki yang keras hatinya menangis seperti anak kecil. Ulama yang telah membacanya selama puluhan tahun mendapati diri mereka tak bisa berkata-kata. Ini adalah Rumah yang dibangun Ibrahim (AS), batu demi batu, bersama putranya Ismail. Ini adalah arah yang dituju Muhammad (SAW) dalam shalat selama 23 tahun. Ini adalah titik yang mengorbit miliaran hati selama ribuan tahun. Anda berdiri di tempat para malaikat berdiri sebelum manusia ada. Biarlah diri Anda merasakannya sepenuhnya. Tidak ada rasa malu dalam air mata di hadapan Rumah Allah.

Ka'bah - Rumah Suci Allah

Ka'bah berdiri di pusat Masjidil Haram di Makkah, rumah ibadah pertama yang didirikan untuk umat manusia di muka bumi.

"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Padanya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya, amanlah dia."

- QS 3:96-97

Empat Sudut Ka'bah

Ka'bah memiliki empat sudut, masing-masing dinamai sesuai wilayah yang dihadapinya:

Sudut Nama Arab Keistimewaan
Sudut Hajar Aswad Ar-Rukn al-Aswad (al-Hajar al-Aswad) Sudut timur; tempat Tawaf dimulai dan berakhir. Berisi Hajar Aswad.
Sudut Irak Ar-Rukn al-Iraqi Sudut utara, menghadap Irak
Sudut Syam Ar-Rukn asy-Syami Sudut barat, menghadap Syam (Levant/Suriah)
Sudut Yaman Ar-Rukn al-Yamani Sudut selatan, menghadap Yaman. Disunnahkan menyentuh sudut ini saat Tawaf.

Al-Hajar al-Aswad (Batu Hitam)

Hajar Aswad terletak di sudut timur Ka'bah, kira-kira 1,5 meter di atas tanah. Ini adalah titik awal dan akhir setiap putaran Tawaf.

Ibnu Abbas (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Hajar Aswad turun dari Surga lebih putih dari susu, tetapi dosa-dosa anak Adam mengubahnya menjadi hitam."

- Sunan at-Tirmidzi 877, Musnad Ahmad

Umar bin al-Khaththab (RA) mendatangi Hajar Aswad, menciumnya, dan berkata: "Aku tahu engkau hanyalah batu dan tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Seandainya aku tidak melihat Nabi (SAW) menciummu, aku tidak akan menciummu."

- Shahih al-Bukhari 1597, Shahih Muslim 1270

Pernyataan Umar adalah pelajaran mendalam tentang tauhid. Kita tidak menyembah batu itu. Kita tidak percaya ia memiliki kekuatan ilahiah. Kita menciumnya atau menunjuk ke arahnya sebagai tindakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak lebih.

Al-Hatim (Hijr Ismail)

Hatim (juga disebut Hijr Ismail) adalah area berdinding setengah lingkaran di sisi utara Ka'bah. Sebagian darinya sebenarnya merupakan bagian dari Ka'bah - Ka'bah asli yang dibangun oleh Ibrahim (AS) mencakup area ini, tetapi ketika Quraisy membangun kembali Ka'bah sebelum Islam, mereka tidak memiliki cukup dana yang halal untuk memasukkan semuanya.

Aisyah (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Tidakkah kamu lihat bahwa ketika kaummu membangun kembali Ka'bah, mereka tidak memenuhi fondasi Ibrahim?" Aku berkata: "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau kembalikan ke fondasi Ibrahim?" Beliau bersabda: "Seandainya kaummu tidak baru saja meninggalkan masa jahiliyah, aku pasti melakukannya." Beliau juga mengisyaratkan bahwa sekitar enam hasta dari Hijr adalah bagian dari Ka'bah.

- Shahih al-Bukhari 1584, Shahih Muslim 1333

Poin Penting: Jika Anda shalat di dalam Hatim, Anda pada dasarnya shalat di dalam Ka'bah. Ini adalah salah satu tempat paling diberkahi di muka bumi untuk shalat. Ketika tidak terlalu ramai, usahakan untuk menunaikan shalat sunnah di dalam Hatim.

Multazam

Multazam adalah area dinding Ka'bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Ini adalah tempat di mana doa dikabulkan. Para Sahabat biasa menempelkan dada, wajah, lengan, dan telapak tangan mereka ke bagian dinding ini dan berdoa.

Abdullah bin Amr (RA) biasa menempelkan dada, wajah, dan tangannya ke Multazam dan berdoa.

- Abu Dawud 1899

Fitur Lain Ka'bah

  • Pintu (Bab al-Ka'bah): Pintu berada di dinding timur, terangkat kira-kira 2,13 meter di atas tanah. Awalnya setinggi permukaan tanah tetapi ditinggikan saat rekonstruksi oleh Quraisy.
  • Mizab (Pancuran Air): Disebut juga Mizab ar-Rahmah (Pancuran Rahmat). Ini adalah pancuran emas di atap Ka'bah di sisi Hijr Ismail, tempat air hujan mengalir. Berdiri di tempat air jatuh dianggap tempat yang diberkahi untuk berdoa.
  • Kiswah: Penutup sutra hitam yang disulam dengan ayat-ayat Al-Qur'an bertinta emas. Diganti setiap tahun saat musim Haji.

Al-Bayt al-Ma'mur - Rumah yang Sering Dikunjungi di Langit

Ka'bah memiliki padanan di langit. Dalam hadits al-Isra' (Perjalanan Malam), Nabi (SAW) menggambarkan bahwa ketika naik ke langit ketujuh, beliau diperlihatkan Al-Bayt al-Ma'mur - Rumah yang Sering Dikunjungi - tepat di atas Ka'bah. Tujuh puluh ribu malaikat shalat di sana setiap hari dan tidak pernah kembali, digantikan oleh kelompok lain keesokan harinya, untuk selamanya.

Nabi (SAW) bersabda dalam kisah al-Isra': "Kemudian aku dibawa naik ke al-Bayt al-Ma'mur. Aku bertanya kepada Jibril dan ia berkata: 'Ini adalah al-Bayt al-Ma'mur. Tujuh puluh ribu malaikat shalat di dalamnya setiap hari dan ketika mereka pergi, mereka tidak pernah kembali.'"

- Shahih al-Bukhari 3207, Shahih Muslim 162
Diagram rinci Ka'bah menunjukkan Hajar Aswad, Hatim, Multazam, Maqam Ibrahim, dan fitur-fitur penting lainnya

Tawaf - Panduan Lengkap

Tawaf adalah tindakan mengelilingi Ka'bah tujuh kali berlawanan arah jarum jam, dengan Ka'bah di sebelah kiri Anda. Setiap putaran lengkap dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.

Ibnu Abbas (RA) berkata: "Tawaf mengelilingi Ka'bah itu seperti shalat, kecuali bahwa Anda boleh berbicara di dalamnya. Maka siapa pun yang berbicara di dalamnya, janganlah ia berbicara kecuali kebaikan."

- Sunan at-Tirmidzi 960, Sunan an-Nasa'i

Sebelum Memulai Tawaf

  1. Dalam keadaan berwudhu. Karena Tawaf disamakan dengan shalat, kesucian ritual diperlukan. Pastikan wudhu Anda masih berlaku sebelum mendekati Ka'bah.
  2. Laki-laki: Lakukan Idhtiba'. Ini berarti membuka bahu kanan dengan meletakkan rida' (kain atas) di bawah lengan kanan dan di atas bahu kiri, sehingga bahu kanan terbuka. Penting: Idhtiba' hanya dilakukan saat Tawaf Qudum (Tawaf kedatangan) dan Tawaf Umrah - BUKAN untuk setiap Tawaf. Tutup kembali kedua bahu setelah Tawaf selesai, terutama sebelum shalat 2 rakaat.
  3. Berhenti membaca Talbiyah. Talbiyah berhenti ketika Anda memulai Tawaf untuk Umrah (pada saat Anda menghadap Hajar Aswad untuk memulai putaran pertama).
  4. Menghadap Hajar Aswad. Posisikan diri Anda sehingga seluruh Ka'bah berada di sisi kiri Anda. Anda akan berjalan berlawanan arah jarum jam.

Memulai Tawaf

Di Hajar Aswad, lakukan salah satu dari berikut (berurutan dari yang paling utama):

  1. Cium Hajar Aswad - jika Anda bisa menjangkaunya tanpa mendorong atau menyakiti siapa pun
  2. Sentuh dengan tangan lalu cium tangan Anda - jika Anda bisa menjangkaunya tetapi tidak bisa menciumnya langsung
  3. Tunjuk ke arahnya dengan tangan kanan dari mana pun Anda berada dan ucapkan "Allahu Akbar" - inilah yang dilakukan sebagian besar jamaah, dan ini sudah cukup

Ibnu Abbas (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) melakukan Tawaf di atas untanya, dan setiap kali beliau sampai di sudut (Hajar Aswad), beliau menunjuk ke arahnya dengan sesuatu di tangannya dan mengucapkan "Allahu Akbar."

- Shahih al-Bukhari 1611

Kemudian ucapkan: "Bismillah, Allahu Akbar" dan mulailah berjalan berlawanan arah jarum jam.

Selama Setiap Putaran

Penting: TIDAK ADA doa-doa khusus yang ditetapkan untuk setiap putaran Tawaf. Terlepas dari apa yang dikatakan beberapa buku doa cetakan, Nabi (SAW) tidak menetapkan doa khusus untuk putaran ke-1, ke-2, dst. Buku-buku doa itu berisi doa-doa umum yang disusun oleh ulama kemudian sebagai saran, bukan Sunnah. Anda boleh menggunakannya jika merasa terbantu, tetapi jangan percaya bahwa itu wajib atau ditetapkan secara khusus.

Selama Tawaf, Anda boleh:

  • Berdoa apa saja yang Anda inginkan - dalam bahasa Arab atau bahasa Anda sendiri
  • Membaca Al-Qur'an
  • Berdzikir (mengingat Allah)
  • Merenung dalam hati
  • Berbicara singkat dengan teman (sebentar, dan hanya kata-kata baik)

Raml (Berjalan Cepat) - Tiga Putaran Pertama

Pada tiga putaran pertama saja, laki-laki hendaknya melakukan Raml: berjalan cepat dengan langkah pendek dan gesit, dada dibusungkan, bahu bergerak. Ini hanya untuk laki-laki, dan hanya saat Tawaf kedatangan/Umrah - bukan di setiap Tawaf.

Ibnu Umar (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama dan berjalan dengan kecepatan normal di empat putaran sisanya.

- Shahih Muslim 1261

Pada putaran 4 sampai 7, berjalanlah dengan kecepatan normal dan santai.

Di Sudut Yaman

Ketika Anda mencapai Sudut Yaman (sudut tepat sebelum sudut Hajar Aswad):

  • Sentuh dengan tangan kanan jika Anda bisa menjangkaunya
  • JANGAN cium dan JANGAN ucapkan "Allahu Akbar" - inilah perbedaan antara Sudut Yaman dan Hajar Aswad
  • Jika Anda tidak bisa menjangkaunya, teruslah berjalan - JANGAN tunjuk ke arahnya dari jarak jauh (tidak seperti Hajar Aswad, di mana menunjuk dari jarak jauh adalah Sunnah)

Antara Sudut Yaman dan Hajar Aswad

Jarak pendek antara Sudut Yaman dan Hajar Aswad adalah satu tempat dalam Tawaf di mana terdapat doa Sunnah yang spesifik:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatina fid-dunya hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qina 'adhab an-nar.

"Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka."

- Abu Dawud 1892

Di Hajar Aswad Setiap Putaran

Setiap kali Anda melewati Hajar Aswad (menyelesaikan satu putaran), ulangi tindakan: cium, sentuh, atau tunjuk ke arahnya dan ucapkan "Allahu Akbar."

Pertanyaan Umum Selama Tawaf

Bagaimana jika saya kehilangan hitungan putaran?
Ambil angka yang lebih kecil yang Anda yakin dan lanjutkan dari sana. Ini berdasarkan prinsip keyakinan (al-yaqin la yazul bi'sy-syakk) - keyakinan tidak dikalahkan oleh keraguan. Jika Anda tidak yakin sudah menyelesaikan 5 atau 6, anggap saja 5 dan lanjutkan.

Bagaimana jika wudhu saya batal selama Tawaf?
Pergi dan perbaharui wudhu, lalu kembali dan lanjutkan dari tempat Anda berhenti. Anda tidak perlu mengulang seluruh Tawaf dari awal.

Bagaimana jika shalat berjamaah dimulai selama Tawaf saya?
Hentikan Tawaf, ikutlah shalat berjamaah di tempat Anda berdiri, dan setelah shalat, lanjutkan Tawaf dari tempat Anda berhenti.

Bagaimana jika saya terdorong dari jalur saya?
Lanjutkan dari kira-kira tempat Anda berada. Tawaf tidak memerlukan presisi hingga sentimeter. Kembalilah ke area umum dan lanjutkan putaran Anda.

Bolehkah berbicara selama Tawaf?
Ya, berbicara diperbolehkan (tidak seperti shalat). Namun, jauh lebih baik fokus pada dzikir, doa, dan tilawah Al-Qur'an. Hindari obrolan tidak penting.

Bolehkah perempuan melakukan Tawaf saat haid?
Tidak. Karena Tawaf memerlukan wudhu (kesucian ritual), perempuan yang sedang haid harus menunggu hingga haidnya selesai, mandi besar, lalu melakukan Tawaf. Dia boleh melaksanakan semua rukun lainnya dari Haji dan Umrah (Sa'i, wukuf di Arafah, dll.) selama haid - tetapi tidak Tawaf.

Nabi (SAW) berkata kepada Aisyah (RA) ketika ia mendapat haid: "Lakukanlah segala yang dilakukan jamaah haji, kecuali jangan melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah sampai kamu bersuci."

- Shahih al-Bukhari 1650

JANGAN mendorong atau berdesakan untuk menjangkau Hajar Aswad. Nabi (SAW) berkata kepada Umar (RA): "Wahai Umar, kamu orang yang kuat. Jangan berdesakan dengan orang lain di Hajar Aswad, karena kamu akan menyakiti yang lemah. Jika kamu menemukan celah, ambillah. Jika tidak, hadaplah dan ucapkan 'Allahu Akbar.'" (Musnad Ahmad). Menunjuk dari jarak jauh adalah Sunnah yang sempurna - Anda tidak kehilangan apa-apa dengan tidak menyentuh atau mencium batu itu. Tetapi Anda akan berdosa jika menyakiti Muslim lain dalam usaha tersebut.

Pandangan udara Tawaf mengelilingi Ka'bah menunjukkan jamaah berjalan berlawanan arah jarum jam
Diagram menunjukkan arah dan titik-titik penting Tawaf termasuk Hajar Aswad, Sudut Yaman, dan Hatim

Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah menyelesaikan ketujuh putaran Tawaf, pergilah ke Maqam Ibrahim (Tempat Berdiri Ibrahim) dan shalat dua rakaat di belakangnya. Ini adalah perintah dari Al-Qur'an sendiri.

"Dan jadikanlah maqam Ibrahim sebagai tempat shalat."

- QS 2:125

Cara Melaksanakan Dua Rakaat Ini

Tips Praktis: Laki-laki hendaknya menutup kedua bahu sebelum shalat. Idhtiba' (membuka bahu kanan) hanya untuk Tawaf, bukan untuk shalat. Shalat dengan bahu kanan terbuka berarti shalat tanpa menutup aurat dengan benar, yang menurut beberapa ulama bermasalah.

Maqam Ibrahim - kotak kaca berisi batu yang memuat jejak kaki Ibrahim

Minum Air Zamzam

Setelah menyelesaikan dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, disunnahkan untuk minum air Zamzam. Zamzam adalah air ajaib yang muncul ketika bayi Ismail (AS) menendang tanah (atau ketika malaikat Jibril memukulnya), menyelamatkan dia dan ibunya Hajar dari kematian karena kehausan di padang pasir gersang Makkah.

Adab Minum Zamzam

Nabi (SAW) bersabda: "Air Zamzam untuk apa pun tujuan ia diminum."

- Sunan Ibnu Majah 3062

Nabi (SAW) bersabda: "Air terbaik di muka bumi adalah air Zamzam. Di dalamnya terdapat makanan bagi yang lapar dan obat bagi yang sakit."

- Shahih Muslim 2473 (sebagian), at-Thabarani

Juga diriwayatkan bahwa Nabi (SAW) minum Zamzam sambil berdiri (Bukhari 1637), meskipun minum sambil duduk adalah sunnah umum untuk minuman lainnya. Para ulama mendamaikan ini dengan mengatakan keduanya diperbolehkan untuk Zamzam.

Tips Praktis: Panjatkanlah doa terpenting Anda saat minum Zamzam. Banyak ulama, termasuk Imam Ibnu al-Qayyim, menganjurkan untuk meminta ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit saat minum Zamzam. Apa pun yang Anda minta dengan tulus, percayalah pada janji Nabi (SAW).

Stasiun air Zamzam di Masjidil Haram

Sa'i Antara Safa dan Marwah

Sa'i adalah tindakan berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah tujuh kali, memperingati pencarian air yang penuh keputusasaan oleh Hajar untuk putranya Ismail (AS). Sa'i dilaksanakan di al-Mas'a, koridor tertutup ber-AC antara kedua bukit tersebut di dalam Masjidil Haram.

"Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."

- QS 2:158

Mendekati Safa

Setelah minum Zamzam, berjalanlah menuju Safa. Ketika Anda dekat Safa, bacalah ayat di atas (QS 2:158) lalu ucapkan:

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Nabda'u bima bada'Allahu bihi

"Kita mulai dengan apa yang Allah mulai dengannya."

Ini berdasarkan hadits Jabir (RA) yang menggambarkan Haji Nabi: "Beliau (SAW) memulai dari Safa, dan berkata: 'Kita mulai dengan apa yang Allah mulai dengannya.'"

- Shahih Muslim 1218

Catatan: Ayat dan ucapan ini dibaca hanya sekali saat mendekati Safa untuk pertama kalinya, bukan di awal setiap putaran.

Di Atas Bukit Safa

  1. Naiklah ke Safa hingga Anda bisa melihat Ka'bah (atau setinggi mungkin dalam struktur modern)
  2. Menghadap Ka'bah
  3. Angkat tangan untuk berdoa
  4. Ucapkan "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar" (tiga kali)
  5. Kemudian baca dzikir berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

La ilaha illAllahu wahdahu la shareeka lah, lahul-mulk wa lahul-hamd wa huwa 'ala kulli shay'in qadeer. La ilaha illAllahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nasara 'abdah, wa hazama al-ahzaba wahdah.

"Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada tuhan selain Allah semata. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan yang bersekutu sendirian."

- Shahih Muslim 1218

Ulangi dzikir ini tiga kali, panjatkanlah doa pribadi Anda di antara setiap pengulangan. Berdoalah untuk apa pun yang ada di hati Anda - ini adalah tempat yang diberkahi di mana doa dikabulkan.

Berjalan dari Safa ke Marwah (Putaran 1)

Mulailah berjalan dari Safa menuju Marwah. Safa ke Marwah = 1 putaran.

Berlari di Antara Penanda Hijau

Di sepanjang jalur, Anda akan melihat dua set lampu/penanda hijau neon di dinding dan tiang. Di antara penanda ini terletak lembah tempat Hajar (AS) berlari ketika ia tidak lagi bisa melihat putranya dari dasar lembah.

Di Atas Bukit Marwah

Ketika Anda mencapai Marwah, naiklah, hadapkan wajah ke Ka'bah, angkat tangan, dan ulangi dzikir dan doa yang sama seperti yang Anda baca di Safa (La ilaha illAllahu wahdahu..., tiga kali, dengan doa pribadi di antaranya).

Menyelesaikan Tujuh Putaran

Putaran Dari Ke
1SafaMarwah
2MarwahSafa
3SafaMarwah
4MarwahSafa
5SafaMarwah
6MarwahSafa
7SafaMarwah (SELESAI)

Aturan Penting: Anda selalu mulai di Safa dan berakhir di Marwah. Tujuh putaran berarti Anda selesai di Marwah. Jika Anda berakhir di Safa, Anda baru menyelesaikan enam putaran (bilangan genap selalu berakhir di tempat awal).

Jika Anda kehilangan hitungan putaran, ambil angka yang lebih kecil yang Anda yakin dan lanjutkan dari sana.

Catatan Fikih tentang Wudhu untuk Sa'i

Tidak seperti Tawaf, wudhu bukan syarat untuk Sa'i menurut mayoritas ulama. Jika wudhu Anda batal selama Sa'i, Anda boleh melanjutkan tanpa memperbarui wudhu. Namun, berada dalam keadaan berwudhu selalu lebih utama dan lebih baik.

Tips Praktis untuk Sa'i:

  • Area Sa'i dilengkapi AC dan memiliki beberapa lantai, termasuk lantai atas untuk mereka yang membutuhkan lebih banyak ruang
  • Terdapat jalur kursi roda dan jalur khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas
  • Bawalah air - total jarak berjalan Sa'i kira-kira 3,15 km (450 meter sekali jalan x 7)
  • Atur kecepatan Anda, terutama jika lansia atau kurang fit - tidak ada batas waktu untuk Sa'i
  • Anda boleh beristirahat selama Sa'i jika perlu, lalu lanjutkan dari tempat Anda berhenti
Diagram menunjukkan tujuh putaran Sa'i dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah
Renungan Spiritual

Setiap langkah Sa'i adalah langkah mengikuti jejak Hajar. Bayangkan dia - seorang ibu, sendirian di padang pasir gersang, bayinya menangis kehausan, tanpa pertolongan, tanpa telepon untuk dihubungi, tanpa siapa pun untuk dituju kecuali Allah. Ia tidak duduk dan berputus asa. Ia berlari. Di antara dua bukit berbatu, berulang-ulang, tujuh kali, mencari dengan panik tanda-tanda air atau kafilah yang lewat. Allah tidak hanya menyelamatkan anaknya - Dia menjadikan larinya yang penuh keputusasaan sebagai ibadah abadi yang miliaran orang akan ulangi hingga Hari Kiamat. Dia membuat air memancar dari bumi di bawah kaki bayinya, mata air yang masih mengalir hingga hari ini. Jangan pernah meremehkan apa yang Allah bisa jadikan dari perjuangan Anda. Saat-saat tersulit Anda, doa-doa paling putus asa Anda, waktu-waktu ketika Anda merasa paling sendirian - ini mungkin justru saat-saat yang menentukan keabadian Anda.

Mencukur atau Memotong Rambut

Setelah menyelesaikan tujuh putaran Sa'i, tindakan terakhir Umrah adalah mencukur atau memotong rambut. Inilah tindakan yang membebaskan Anda dari keadaan Ihram.

Halq (Mencukur) vs. Taqshir (Memotong)

Keduanya sah, tetapi mencukur seluruh kepala lebih utama bagi laki-laki. Nabi (SAW) mendoakan mereka yang mencukur tiga kali, dan mereka yang memotong hanya sekali.

Ibnu Umar (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) bersabda: "Ya Allah, rahmatilah mereka yang mencukur kepala mereka." Orang-orang berkata: "Dan mereka yang memotong rambut mereka, wahai Rasulullah?" Beliau (SAW) bersabda: "Ya Allah, rahmatilah mereka yang mencukur kepala mereka." Mereka berkata lagi: "Dan mereka yang memotong rambut mereka, wahai Rasulullah?" Beliau (SAW) bersabda: "Ya Allah, rahmatilah mereka yang mencukur kepala mereka." Mereka berkata: "Dan mereka yang memotong rambut mereka, wahai Rasulullah?" Beliau (SAW) kemudian bersabda: "Dan mereka yang memotong rambut mereka."

- Shahih al-Bukhari 1727, Shahih Muslim 1301

Aturan untuk Laki-laki

Aturan untuk Perempuan

Kapan dan Di Mana Memotong

Umrah Anda sekarang selesai! Alhamdulillah!

Setelah memotong rambut, Anda terbebas dari SEMUA larangan Ihram. Segala yang diharamkan - pakaian berjahit, wewangian, menutup kepala, hubungan intim - sekarang diperbolehkan kembali. Anda boleh berganti pakaian biasa, memakai wewangian, dan melanjutkan semua aktivitas normal. Semoga Allah menerima Umrah Anda!

Tips Praktis: Tukang cukur di dekat Haram sangat berpengalaman dan cepat. Harganya biasanya sangat terjangkau. Jika Anda lebih suka privasi, Anda bisa kembali ke hotel. Bagi perempuan, biasanya lebih praktis memotong rambut di hotel. Beberapa wanita membawa gunting kecil khusus untuk tujuan ini.

Kesalahan Umum Saat Umrah

Waspadai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ini agar Anda dapat menghindarinya:

1. Melewati Miqat tanpa Ihram: Beberapa jamaah, terutama yang pertama kali terbang ke Jeddah, gagal berihram sebelum melewati batas miqat. Ini memerlukan dam (denda penyembelihan) sebagai konsekuensi. Selalu persiapkan sebelum penerbangan.

2. Membaca doa khusus untuk setiap putaran Tawaf: Banyak buku doa yang menetapkan doa panjang khusus untuk setiap putaran (doa putaran ke-1, doa putaran ke-2, dst.). Ini tidak memiliki dasar dalam Sunnah. Nabi (SAW) tidak pernah menetapkan doa khusus per putaran. Gunakan buku-buku ini sebagai saran untuk doa umum jika Anda mau, tetapi jangan percaya bahwa itu wajib. Doa terbaik adalah yang datang dari hati Anda sendiri.

3. Mendorong dan berdesakan di Hajar Aswad: Ini menyakiti Muslim lain dan berdosa. Menunjuk dari jarak jauh adalah Sunnah yang sempurna dan sah. Anda tidak mendapat keuntungan tambahan dengan menyentuh batu jika menyakiti orang lain dalam prosesnya.

4. Shalat 2 rakaat menghadap kotak Maqam Ibrahim, bukan di belakangnya: Petunjuknya adalah shalat dengan Maqam di antara Anda dan Ka'bah - yaitu, menghadap Ka'bah dengan Maqam di depan Anda. Beberapa orang keliru menghadap Maqam dengan membelakangi Ka'bah.

5. Memulai Sa'i dari Marwah alih-alih Safa: Sa'i harus dimulai dari Safa. Jika Anda tidak sengaja memulai dari Marwah, perjalanan pertama itu tidak dihitung sebagai putaran - mulailah menghitung dari ketika Anda mencapai Safa.

6. Tidak berlari di antara penanda hijau (laki-laki): Berjalan cepat/jogging di antara dua penanda hijau adalah Sunnah yang banyak diabaikan oleh laki-laki. Ini memperingati larinya Hajar dan sebaiknya tidak ditinggalkan tanpa alasan.

7. Hanya memotong beberapa helai rambut alih-alih seluruh kepala: Beberapa laki-laki hanya memotong sebagian kecil atau beberapa helai dan menganggapnya cukup. Praktik yang benar adalah memotong dari seluruh kepala - semua sisi. Hanya memotong dua atau tiga helai rambut tidak memenuhi syarat.

8. Melanjutkan Idhtiba' (bahu kanan terbuka) saat shalat: Idhtiba' hanya untuk Tawaf. Sebelum shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, laki-laki harus menutup kedua bahu dengan benar.

9. Melakukan Tawaf melewati Hatim: Jika Anda berjalan melalui Hatim selama Tawaf, putaran itu tidak sah, karena Hatim adalah bagian dari Ka'bah. Tawaf Anda harus mengelilingi Hatim, bukan melewatinya.

10. Berdoa hanya dalam bahasa Arab padahal tidak memahaminya: Meskipun doa-doa Arab dari Al-Qur'an dan Sunnah adalah yang terbaik, tidak ada yang salah dengan berdoa dalam bahasa Anda sendiri selama Tawaf dan Sa'i. Doa tulus yang Anda pahami jauh lebih baik daripada membaca kata-kata Arab tanpa pemahaman. Gunakan keduanya - doa Arab yang dihafal dan doa pribadi dalam bahasa Anda.

Uji Diri Anda

Test Your Knowledge

Apakah Anda mengetahui semua langkah Umrah? Uji diri Anda sebelum berangkat.

Take the Umrah Essentials Quiz →