Panduan Kesehatan dan Medis

Haji menuntut fisik yang kuat, dan kombinasi panas, keramaian, serta kelelahan membuat persiapan kesehatan menjadi sangat penting. Dengan tindakan pencegahan yang tepat, sebagian besar jamaah menyelesaikan perjalanan mereka tanpa masalah kesehatan yang serius.

Vaksinasi Wajib dan yang Dianjurkan

VaksinStatusCatatan
Meningitis ACWYWAJIBSetidaknya 10 hari sebelum kedatangan; vaksin konjugat berlaku 5 tahun, vaksin polisakarida 3 tahun. Bawa kartu kuning vaksinasi.
Influenza MusimanSangat dianjurkanFlu menyebar cepat di antara jamaah. Kementerian Kesehatan Saudi sangat menganjurkannya.
COVID-19Wajib untuk Haji; dianjurkan untuk UmrahUntuk Haji 2026, diwajibkan bukti satu dosis terbaru 2025-26, vaksinasi primer yang lengkap, atau infeksi yang terkonfirmasi pada tahun 2025. Merupakan langkah yang bijak bagi jamaah lansia atau yang daya tahan tubuhnya lemah, dalam perjalanan apa pun.
PneumokokusDianjurkan (lansia)Untuk jamaah berusia di atas 65 tahun atau yang memiliki penyakit paru-paru kronis.
Vaksin rutinHarus sudah lengkapTetanus, difteri, polio, campak-gondongan-rubela (MMR).
Polio / Demam kuningWajib bagi jamaah dari negara-negara yang tercantum dalam daftarJamaah dari negara-negara yang tercantum dalam daftar Kementerian Kesehatan Saudi (untuk polio, antara lain Pakistan, Afghanistan, dan Indonesia) wajib menunjukkan sertifikat. Periksa daftar terbaru.

Tanpa sertifikat vaksinasi Meningitis ACWY yang sah, Anda akan ditolak masuk ke Arab Saudi. Aturan ini ditegakkan secara ketat. Lakukan vaksinasi di klinik perjalanan jauh-jauh hari: vaksin harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum Anda tiba.

Daftar periksa vaksinasi untuk Haji dan Umrah: Meningitis ACWY wajib minimal 10 hari sebelum tiba, dengan membawa Sertifikat Vaksinasi Internasional yang berwarna kuning; flu musiman sangat dianjurkan; COVID-19 wajib untuk Haji dan dianjurkan untuk Umrah; pneumokokus dianjurkan bagi yang berusia di atas 65 tahun atau yang memiliki penyakit paru kronis; vaksin rutin hendaknya tetap terbaru.

Rumah Sakit dan Klinik di Dekat Haram

Di Makkah: Beberapa rumah sakit melayani kawasan Haram, antara lain Al Noor Specialist Hospital, Ajyad Hospital, dan Hera General Hospital. Selama Haji, pemerintah Saudi mendirikan rumah sakit lapangan dan pos kesehatan di Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Pelayanan medis gratis bagi semua jamaah di fasilitas pemerintah selama Haji.

Di Madinah: King Fahd Hospital dan Ohud Hospital adalah rumah sakit umum utama. Klinik juga beroperasi di dekat Masjid Nabawi.

Apotek banyak tersedia di kedua kota. Banyak obat umum dapat dibeli bebas tanpa resep di Arab Saudi. Namun, bawalah obat resep rutin Anda dalam jumlah yang cukup untuk seluruh perjalanan ditambah beberapa hari ekstra untuk berjaga-jaga jika terjadi penundaan.

Menghindari Penyakit Akibat Panas

Inilah risiko kesehatan terbesar selama Haji, terutama ketika Haji jatuh pada bulan-bulan panas, dari Mei hingga September (suhu dapat mencapai 45-50°C):

  • Minum air terus-menerus - setidaknya 2-3 liter per hari, lebih banyak lagi jika berjalan di bawah terik matahari. Jangan menunggu sampai merasa haus.
  • Gunakan payung - sebaiknya payung putih atau yang memantulkan cahaya. Ini sangat mengurangi paparan sinar matahari langsung. Pria yang sedang berihram perlu memperhatikan bahwa mazhab-mazhab berbeda pendapat tentang naungan yang dibawa di atas kepala (lihat Melaksanakan Umrah).
  • Hindari jam-jam terik matahari (pukul 11.00-15.00) untuk berjalan kaki di luar ruangan jika memungkinkan.
  • Basahi pakaian ihram/kerudung Anda dengan air untuk mendinginkan tubuh melalui penguapan.
  • Kenali gejala serangan panas (heat stroke): pusing, mual, linglung, kulit panas dan kering, detak jantung cepat. Ini adalah keadaan darurat medis - segera cari pertolongan, pindahkan penderita ke tempat teduh, dan dinginkan tubuhnya dengan air.
  • Gunakan oralit (oral rehydration salts/ORS) untuk mengganti elektrolit yang hilang melalui keringat.

Perlengkapan Pertolongan Pertama yang Penting

  • Parasetamol / ibuprofen untuk nyeri dan demam
  • Oralit (sachet ORS)
  • Obat antidiare (loperamid)
  • Plester / plester lepuh (Anda akan banyak berjalan)
  • Krim antiseptik dan pembersih tangan (hand sanitizer)
  • Obat resep (cukup untuk seluruh perjalanan + cadangan)
  • Tabir surya (SPF 50+, tanpa wewangian untuk dipakai saat Ihram)
  • Permen pelega tenggorokan (“batuk Haji” sangat umum terjadi)
  • Gunting kecil dan peniti
  • Masker wajah (berguna di tengah keramaian dan kondisi berdebu; lihat catatan tentang Ihram di bawah)

“Batuk Haji”: Infeksi saluran pernapasan atas mudah menyebar di antara jutaan jamaah yang berdesakan. Sering-seringlah mencuci tangan, gunakan pembersih tangan, pertimbangkan untuk memakai masker di area yang sangat ramai (saat berihram, tanyakan dahulu kepada ulama: wanita tidak boleh memakai penutup yang dibuat pas mengikuti wajahnya, Shahih Bukhari 1838, dan mazhab Hanafi serta Maliki tidak membolehkan pria menutup wajahnya), dan bawalah permen pelega tenggorokan serta obat batuk.

Bulan Sabit Merah Saudi Selama Haji

Badan Bulan Sabit Merah Saudi (Saudi Red Crescent Authority) mengerahkan ribuan paramedis dan ambulans di seluruh lokasi Haji. Mereka memiliki pos di setiap lokasi utama di Mina, Arafah, dan Muzdalifah, serta di sepanjang jalur pejalan kaki. Jika Anda atau orang di dekat Anda membutuhkan pertolongan medis darurat, carilah pos Bulan Sabit Merah (ditandai jelas dengan lambang bulan sabit merah) atau hubungi 997.