Panduan Wanita untuk Haji & Umrah
Para wanita telah menunaikan Haji sejak zaman Nabi (shallallahu alaihi wasallam), dan Aisyah (radhiyallahu anha) adalah salah satu sumber ilmu terbesar kita tentang ibadah haji. Panduan ini membahas pertimbangan-pertimbangan praktis yang khusus bagi wanita.
Pakaian Ihram Wanita
Berbeda dengan pria, wanita tidak memiliki seragam khusus untuk ihram. Ihram seorang wanita cukup berupa pakaian sopan apa pun yang menutupi tubuh, dengan dua larangan khusus:
- Tidak boleh niqab (cadar): Wajah hendaknya terbuka selama ihram menurut mayoritas ulama. Namun, jika ada pria yang bukan mahram di dekatnya, seorang wanita boleh menjulurkan kain dari kepalanya menutupi wajahnya (tanpa berupa niqab yang ketat pada wajah).
- Tidak boleh sarung tangan: Kedua tangan hendaknya terbuka selama ihram, serupa dengan hukum wajah.
- Pakaian boleh berwarna apa pun - tidak harus putih. Banyak wanita mengenakan warna putih demi kesederhanaan, namun ini tidak diwajibkan.
- Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar dari bahan ringan yang menyerap udara. Abaya sederhana dengan hijab yang longgar sangat cocok.
Kiat: Bawalah setidaknya 2-3 setel pakaian ihram. Anda mungkin perlu berganti karena keringat, mencuci untuk memperbarui ihram, atau kebutuhan praktis lainnya. Siapkan bahan yang ringan dan cepat kering.
Haid Selama Haji & Umrah
Ini adalah salah satu kekhawatiran yang paling umum bagi wanita. Hukum-hukum pokoknya adalah:
- Wanita yang sedang haid boleh melakukan segala amalan Haji kecuali Tawaf. Ia boleh wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar Jamarat, dan berdoa. Ia tidak boleh melakukan Tawaf atau shalat hingga ia suci.
- Untuk Umrah: Jika haid Anda datang sebelum menyelesaikan Umrah, Anda menunggu hingga haid berhenti, mandi (ghusl), lalu menyelesaikan Tawaf dan Sa’i Anda.
- Tawaf al-Ifadah (Haji): Ini adalah rukun Haji dan tidak boleh ditinggalkan. Jika haid Anda datang sebelum sempat melakukannya, Anda harus menunggu hingga suci. Ada pembahasan di kalangan ulama tentang melaksanakannya dalam keadaan darurat jika Anda tidak dapat menunda kepulangan Anda - berkonsultasilah dengan seorang ulama dalam situasi ini.
- Tawaf al-Wada’ (Tawaf perpisahan): Wanita yang sedang haid dibebaskan dari Tawaf perpisahan. Ini berdasarkan hadits Safiyyah (radhiyallahu anha).
Saran praktis: Sebagian wanita berkonsultasi dengan dokter mereka tentang mengonsumsi obat untuk menunda haid selama Haji. Hal ini dibolehkan menurut sebagian besar ulama jika dilakukan dengan aman di bawah bimbingan medis. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
Syarat Mahram
Secara tradisional, seorang wanita membutuhkan mahram (wali laki-laki: suami, ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, dll.) untuk bepergian menunaikan Haji. Namun:
- Arab Saudi telah melonggarkan syarat ini dalam beberapa tahun terakhir. Wanita berusia 45 tahun ke atas kini boleh menunaikan Haji tanpa mahram jika bepergian dalam rombongan yang terorganisir.
- Untuk visa Umrah dan visa turis, umumnya tidak ada syarat mahram bagi wanita yang bepergian sendiri, berapa pun usianya.
- Aturan dapat berbeda menurut negara asal Anda dan ketentuan khusus kementerian Haji untuk tahun tersebut. Tanyakan kepada penyelenggara perjalanan Anda.
Area Khusus Wanita di Masjid
Baik Masjid al-Haram maupun Masjid Nabawi memiliki area shalat khusus wanita, meskipun wanita boleh shalat di sebagian besar area masjid. Di Masjid al-Haram, wanita melakukan Tawaf bersama pria di lantai yang sama (tidak ada area Tawaf terpisah). Untuk Sa’i, wanita menempuh jalur yang sama dengan pria.
Kiat Keamanan untuk Wanita
- Arab Saudi pada umumnya sangat aman bagi wanita yang bepergian, terutama di dalam dan sekitar tempat-tempat suci.
- Tetaplah dekat dengan rombongan Anda, terutama dalam situasi yang sangat ramai.
- Simpan barang berharga di dalam sabuk uang tersembunyi yang dikenakan di balik pakaian Anda.
- Jika Anda merasa tidak enak badan atau tidak aman, hampirilah petugas keamanan atau relawan wanita yang ditempatkan di berbagai titik di seluruh Haram.
Barang Tambahan untuk Dipersiapkan bagi Wanita
- Hijab dan pakaian shalat tambahan (ringan, cepat kering)
- Pembalut (tersedia di Saudi, namun bawalah merek kesukaan Anda)
- Ikat dan jepit rambut (untuk menahan hijab selama Tawaf dalam kondisi berangin/ramai)
- Cermin saku
- Pelembap dan pelembap bibir (panas yang kering keras bagi kulit)
- Bra olahraga yang nyaman untuk berjalan jauh