Belanja dan Oleh-Oleh

Membawa pulang hadiah dan oleh-oleh adalah tradisi yang dicintai dalam Haji dan Umrah. Makkah dan Madinah menawarkan beragam pilihan barang-barang Islami, produk Arab, dan produk khas setempat yang menakjubkan. Berikut apa yang perlu dicari dan di mana menemukannya.

Apa yang Dibeli

  • Kurma: Oleh-oleh yang paling populer untuk dibawa pulang. Kurma Ajwa dari Madinah sangat istimewa (Nabi ﷺ menyebutkan manfaatnya: Shahih Bukhari 5445, Shahih Muslim 2047). Sukkari, Safawi, dan Khudri adalah varietas unggulan lainnya. Belilah dari toko kurma di Madinah untuk pilihan terbaik - harganya berkisar dari 30 SAR hingga 200+ SAR per kg, tergantung varietas dan kualitasnya.
  • Air Zamzam: Anda boleh membawa pulang air Zamzam. Banyak maskapai mengizinkan Zamzam sebagai jatah bagasi tersendiri, tetapi aturan jumlah dan kemasannya berbeda-beda dan bisa berubah, jadi tanyakan kepada maskapai Anda sebelum membeli, dan belilah dalam wadah resmi yang tersegel.
  • Sajadah: Sajadah indah dalam berbagai kisaran harga. Mulai dari sajadah perjalanan sederhana berukuran saku hingga sajadah tenun tangan yang penuh hiasan.
  • Parfum dan Oud: Parfum Arab (attar) dan oud (dupa kayu gaharu) terkenal di seluruh dunia. Jalan-jalan di dekat kedua Haram dipenuhi toko parfum. Attar tanpa alkohol menjadi hadiah yang indah. Serpihan oud dan bukhoor (dupa) juga populer.
  • Siwak: Batang sikat gigi alami dari pohon Arak, salah satu perlengkapan Sunnah. Sangat murah (1-5 SAR) dan menjadi oleh-oleh yang bermakna.
  • Tasbih (untaian butir dzikir): Tersedia dalam segala bahan, dari plastik hingga batu mulia. Tasbih kayu dan batu mulai dari 5-500+ SAR.
  • Buku-buku Islam: Kedua Haram memiliki toko yang menjual mushaf Al-Quran, kitab-kitab hadits, dan literatur Islam dalam banyak bahasa. Kompleks Percetakan Al-Quran Raja Fahd di Madinah membagikan mushaf Al-Quran secara gratis.
  • Celak (ithmid): Celak antimon tradisional, salah satu perlengkapan Sunnah. Tersedia dalam wadah kecil di toko-toko dekat Haram.
  • Set ihram: Meskipun lebih bersifat praktis daripada hiasan, kain ihram berkualitas tinggi menjadi hadiah yang berguna bagi seseorang yang sedang merencanakan perjalanan ibadahnya sendiri.
Sembilan oleh-oleh untuk dibeli di Makkah dan Madinah: kurma, air Zamzam, sajadah, parfum dan gaharu, siwak, tasbih, buku-buku Islam, celak, dan kain ihram, dengan kisaran harga dan tips tawar-menawar.

Tempat Berbelanja

  • Mal Abraj Al-Bait (Makkah): Pusat perbelanjaan di kaki Menara Jam, langsung menghadap Haram. Praktis tetapi mahal.
  • Jalan-jalan di sekitar Masjidil Haram: Jalan-jalan yang menyebar dari Haram dipenuhi toko. Jalan Ibrahim Al-Khalil dan kawasan Al Misfalah memiliki ratusan toko.
  • Supermarket Bin Dawood / Panda: Untuk barang-barang sehari-hari, camilan, dan kebutuhan pokok. Bin Dawood memiliki cabang besar di dekat Haram di Makkah.
  • Pasar (souk) lama Madinah: Kawasan di dekat Bab as-Salam di Madinah memiliki jalan-jalan pasar tradisional dengan toko kurma, toko parfum, dan barang-barang Islami.

Menawar: Menawar adalah hal yang umum dan sudah lazim di toko-toko kecil dan kios pasar di kedua kota. Mulailah dari sekitar 50-60% dari harga yang diminta dan bernegosiasilah dari sana. Toko berharga pas dan supermarket tidak menerima tawar-menawar. Bersikaplah sopan dan ingatlah bahwa beranjak pergi sering kali merupakan taktik tawar-menawar yang paling ampuh.

Toko Bebas Bea (Duty Free)

Bandara Jeddah dan Madinah memiliki toko bebas bea yang menjual parfum, cokelat, barang elektronik, dan oleh-oleh khas Saudi. Harganya tidak selalu lebih murah dibanding di dalam kota, jadi bandingkan dahulu sebelum membeli. Penawaran terbaik di toko bebas bea cenderung pada merek parfum internasional dan cokelat.